Masyarakat Kota Tasikmalaya sangat religius. Ini bisa dilihat dari penjualan bukubuku bertema agama di kota ini.
Untuk buku agama, laku sebanyak 70% dibandingkan jumlah penjualan buku keilmuan atau buku pengetahuan umum. ”Saya nilai masyarakat Tasikmalaya dominan membeli buku tentang Islam dibandingkan buku lainnya,” kata Kepala Toko Buku Kharisma Hadi Supriyanto di Plaza Maya Sari, Kota Tasikmalaya, kemarin.
Untuk buku agama, laku sebanyak 70% dibandingkan jumlah penjualan buku keilmuan atau buku pengetahuan umum. ”Saya nilai masyarakat Tasikmalaya dominan membeli buku tentang Islam dibandingkan buku lainnya,” kata Kepala Toko Buku Kharisma Hadi Supriyanto di Plaza Maya Sari, Kota Tasikmalaya, kemarin.
Selain di toko buku ini, kecenderungan yang sama juga dialami toko buku yang lain. ”Rekap penjualan seluruh buku,untuk buku Islam mencapai 6.000 buah setiap bulan, dari berbagai jenis dan isi buku Islam.Saya kira wajar karena di Tasik ini terkenal dengan kota santri,” katanya sambil menambahkan, buku Islam yang banyak dibeli di antaranya buku praktis seperti tata cara salat yang baik dan benar sampai buku Islam modern.
Kurangnya minat masyarakat membeli buku teori dan buku ilmu pengetahuan umum,ujar dia,karena masyarakat Tasikmalaya tidak terlalu menggemari buku-buku yang menyangkut soal pengetahuan dan keilmuan.
Buku umum cenderung dibeli masyarakat tertentu. Selain itu, buku pengetahuan umum yang dijual harganya lebih mahal dibandingkan buku tentang Islam. ”Mungkin juga masyarakat menilai buku umum itu mahal, jadi kurang daya belinya,”katanya.
Sumber : Seputar Indonesia
Kurangnya minat masyarakat membeli buku teori dan buku ilmu pengetahuan umum,ujar dia,karena masyarakat Tasikmalaya tidak terlalu menggemari buku-buku yang menyangkut soal pengetahuan dan keilmuan.
Buku umum cenderung dibeli masyarakat tertentu. Selain itu, buku pengetahuan umum yang dijual harganya lebih mahal dibandingkan buku tentang Islam. ”Mungkin juga masyarakat menilai buku umum itu mahal, jadi kurang daya belinya,”katanya.
Sumber : Seputar Indonesia
Comments
Post a Comment