Skip to main content

Dua Kader PKS Jadi Korban Pemukulan

Ketua Tim Advokasi Dewan Pimpinan Cabang Partai Keadilan Sejahtera (DPC PKS) Garut Deni Tino Nugroho akan melaporkan kasus aksi pemukulan yang dilakukan salah seorang caleg Partai Matahari Bangsa (PMB) dari dapil V Ali Sadikin terhadap salah seorang kader PKS Didin.
Aksi pemukulan tersebut terjadi pascapencontrengan pemilu di Kampung/Desa Rancabeureum, Kecamatan Bungbulang, Sabtu (11/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban sedang bekerja di daerah tersebut, tiba-tiba datang Ali yang langsung melakukan pemukulan sebanyak dua kali ke arah wajah serta bagian belakang telinga korban.

Menurut Tino, tersangka diduga kesal terhadap keponakannya yang awalnya diajak menjadi saksi dari partai PMB, tapi kenyataan Didin malah menjadi saksi PKS. Ali diduga menganggap Didin tidak mendukung dirinya yang masih memiliki ikatan saudara. ”Kami berharap kasus penganiayaan ini diselesaikan secara hukum.

Tetapi, ternyata setelah dilakukan perundingan antara pihak korban dan pelaku,mereka memilih hal ini diselesaikan secara kekeluargaan,”ucap Tino. Selain itu,aksi pemukulan menimpa seorang kader PKS di Kecamatan Karangtengah. Pemukulan menimpa Dadan yang merupakan Ketua PAC PKS Karangtengah, terjadi pada Jumat (3/4) lalu.

”Pelaku pemukulan merupakan pendukung salah satu partai politik yang merasa tersaingi oleh PKS. Sayang, saat itu kami terlambat menerima laporan, sehingga baru bisa melaporkannya ke polsek setempat beberapa hari kemudian,” tandasnya.

Kapolres Garut AKBP Rusdi Hartono melalui Kasatreskrim AKP Oon Suhendar mengonfirmasikan bahwa pihaknya telah menerima laporan pemukulan tersebut.”Saat ini laporan terkait tuduhan aksi pemukulan oleh caleg dari PMB terhadap salah seorang kader PKS memang ada. Kami pun langsung turun ke lapangan dan melakukan penelusuran,” tuturnya.

Sumber : Seputar Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Lagi,Kejari Didesak Eksekusi 2 Terpidana

Empat elemen mahasiswa dan LSM dari Tasikmalaya Corruption Watch (TCW),Oi Tasikmalaya,Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan BEM STIA kembali mendatangi Kejari Tasikmalaya kemarin. Mereka mendesak agar pelaksanaan eksekusi dua terpidana korupsi suap BPR Kabupaten Tasikmalaya segera dilaksanakan tanpa terpengaruh dari persoalan apa pun. Tetapi, aspirasi mereka tidak tersalurkan karena Kejari Tasikmalaya menyatakan tidak siap untuk melakukan dialog bersama dengan para mahasiswa dan LSM yang telah menunggu sejak pukul 09.00–11.00 WIB tersebut. Kasi Pidsus Mustofa yang direkomendasikan Kajari Tasikmalaya Khairul untuk menerima mahasiswa dan LSM malah sama sekali tidak mempersilakan para aktivis untuk sekadar duduk. Dalam perbincangan sejenak antara para aktivis dan mahasiswa di lobi Ruang Kajari Tasikmalaya, Mustofa menyebutkan bahwa saat ini Kejari Tasikmalaya sedang melakukan konsultasi untuk memutuskan apakah eksekusi menunggu putusan peninjauan kembali (PK). Ketua Bagian Divisi Kebija...

PDIP Minta Ulang Penghitungan Suara

Ketua DPC PDIP Kabupaten Tasikmalaya Ade Sugianto meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tasikmalaya melakukan penghitungan ulang hasil perolehan suara pemilu pada 9 April lalu. Pasalnya, banyak ditemukan kejanggalan dan kesalahan dalam penghitungan suara yang dilakukan, baik di tingkat desa ataupun kecamatan. ”Ini pemilu yang penuh dengan rekayasa agar pelaksanaannya kacau-balau. Itu terbukti dengan pelaksanaan pemilu yang amburadul, termasuk penghitungan suara dengan tingkat kesalahan sangat tinggi. Kami juga menemukan banyak kejanggalan yang terjadi, salah satunya pihak PPS tidak membuat surat berita acara,tetapi dibuat di PPK. Karena itu, kami mendesak agar dilakukan penghitungan ulang di KPUD,” ujar Ade kepada Seputar Indonesiakemarin. Yang paling menggelikan,lanjut dia, saksi hanya menandatangani berkas kosong, sehingga penghitungan suaranya bisa dilakukan belakangan dan saksi tidak bisa mengetahui berapa suara yang masuk. ”Dengan berbagai kasus ini, jelas KPU...

Unpad-RSHS Teliti Penyakit Gila Massal

Psikiatri dari Fakultas Kedokteran Univeritas Padjadjaran (Unpad) bekerja sama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RHS) Bandung mendata warga yang diduga menderita penyakit gila (schizophernia) di Desa Kersamah, Kecamatan Kersamanah, kemarin. Pendataan terkait jumlah penderita penyakit kejiwaaan yang mencapai puluhan orang di kawasan tersebut.Tim dokter ahli kejiwaan yang dipimpin dr Istiqomah Spkg, dan beranggotakan dr Lucky Saputra Spkg, dr Rachmat Purwanto Spkg, dr Arman, dan dr Marsudi setiba di sana langsung berkoordinasi dengan aparat kecamatan,sekaligus mendata 49 warga penderita penyakit kejiwaan. Ironisnya, sebagian besar dialami kaum perempuan. ”Tugas utama tim adalah tindakan rehabilitasi terhadap 49 orang dan melakukan penyuluhan yang berkaitan dengan kesehatan jiwa warga Desa Kersamah,Kecamatan Kersamanah yang dianggap menderita gila,” kata Istiqomah. Selain itu,tim rehabilitasi gabungan tersebut pada hari Rabu (29/4) mendatang, akan melakukan serangkaian kajian psikologi ...