Skip to main content

Sulitnya Mencari Buruh Tandur di Banjarsari

CIAMIS, Sejumlah pemilik sawah di Kec. Banjarsari, yang merupakan salah satu wilayah lumbung padi di wilayah Tatar Galuh, mulai kesulitan mendapatkan tenaga tandur (menanam padi). Hal itu disebabkan semakin berkurangnya tenaga buruh tandur, yang salah satunya disebabkan tidak ada lagi perempuan muda di desa yang menggeluti pekerjaan tersebut. Mereka lebih tertarik bekerja di kota dengan harapan mendapatkan penghasilan besar, dan tidak lagi harus belepotan lumpur
Selain karena gengsi, pekerjaan itu tidak lagi menarik kalangan wanita muda karena upah buruh tandur yang sangat minim. Saat ini di wilayah Banjarsari dan sekitarnya, hanya mendapatkan upah sebesar Rp12.500 per setengah hari dan sekali makan. Meski demikian, berkurangnya tenaga muda yang tidak lagi mau jadi buruh tandur, ternyata mendatangkan rejeki bagi buruh tandur dari daerah lain. Secara berkelompok, mereka akan tandur hingga beberapa petak sawah di luar desanya.

Mbok Tuminah (51) dan Mbok Minem (48), buruh tandur asal Desa Cipapar, Kec. Banjarsari misalnya, mengakui saat ini tidak ada lagi wanita muda yang mau bekerja sebagai buruh tandur. Dua wanita yang sudah bertahun-tahun menjadi buruh tandur itu mengungkapkan, semakin berkurangnya wanita muda menjadi buruh tandur, karena upahnya yang rendah. Selain itu,keduanya juga memperkirakan saat ini perempuan muda yang merasa malu jika turun ke sawah.

Diakuai menjadi buruh tandur, meskipun terlihat mudah namun membutuhkan tenaga yang kuat. Setidaknya harus mampu menahan sengatan terik matahari, selain itu juga harus konsentrasi penuh. Kalau tidak konsentrasi, lanjutnya, baris tanam tidak teratur, yang pada akhirnya akan menghambat saat pemupukan atau penyiangan.

"Kalau gatal-gatal sih sudah biasa, itu risiko. Dioles minyak kelapa sebenatar juga hilang. Cuma sekarang ini tidak ada tenga buruh tandur yang muda, semuanya tua-tua. Mungkin mereka malu, lagian upahnya juga sedikit. Wanita sekarang kan lebih suka dandan dan kerja di kota yang hasilnya besar, jadi lebih suka bekerja di tempat yang bersih," ungkapnya.

Sementara itu, Arifin (38) petani asal Banjarsari yang memiliki 300 bata sawah, juga mengungkapkan berkurangnya tenaga wanita muda yang menjadi buruh tandur. Dia membutuhkan tenaga antara empat - enam buruh tandur untuk menanami padi sawah miliknya. Dia juga punya pengalaman sebelumnya pernah ada wanita muda yang ikut menjadi buruh tandur, namun hanya mampu bertahan satu hari, berikutnya sudah tidak ada lagi.

Tidak berbeda dengan yang dikatakan Suyitno (50) petani asal Desa Karangpangigal, Kec. Purwadadi, sampai saat ini tenaga buruh tandur masih didominasi kaum perempuan. Dia memperkirakan bahwa hal itu disebabkan perempuan lebih sabar dan teliti. "Kalau tandur memang harus sabar, kalau tidak sabar nantinya baris tanaman bisa bengkok, jarak tanam tidak rapi. Dan tidak sembarang orang bisa tandur, karena Kalau tidak rapi, pada gilirannya akan membuat sulit untuk pekerjaan berikut seperti pemupukan, maupun saat disiangi," ujarnya.

Comments

Popular posts from this blog

Lagi,Kejari Didesak Eksekusi 2 Terpidana

Empat elemen mahasiswa dan LSM dari Tasikmalaya Corruption Watch (TCW),Oi Tasikmalaya,Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan BEM STIA kembali mendatangi Kejari Tasikmalaya kemarin. Mereka mendesak agar pelaksanaan eksekusi dua terpidana korupsi suap BPR Kabupaten Tasikmalaya segera dilaksanakan tanpa terpengaruh dari persoalan apa pun. Tetapi, aspirasi mereka tidak tersalurkan karena Kejari Tasikmalaya menyatakan tidak siap untuk melakukan dialog bersama dengan para mahasiswa dan LSM yang telah menunggu sejak pukul 09.00–11.00 WIB tersebut. Kasi Pidsus Mustofa yang direkomendasikan Kajari Tasikmalaya Khairul untuk menerima mahasiswa dan LSM malah sama sekali tidak mempersilakan para aktivis untuk sekadar duduk. Dalam perbincangan sejenak antara para aktivis dan mahasiswa di lobi Ruang Kajari Tasikmalaya, Mustofa menyebutkan bahwa saat ini Kejari Tasikmalaya sedang melakukan konsultasi untuk memutuskan apakah eksekusi menunggu putusan peninjauan kembali (PK). Ketua Bagian Divisi Kebija...

PDIP Minta Ulang Penghitungan Suara

Ketua DPC PDIP Kabupaten Tasikmalaya Ade Sugianto meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tasikmalaya melakukan penghitungan ulang hasil perolehan suara pemilu pada 9 April lalu. Pasalnya, banyak ditemukan kejanggalan dan kesalahan dalam penghitungan suara yang dilakukan, baik di tingkat desa ataupun kecamatan. ”Ini pemilu yang penuh dengan rekayasa agar pelaksanaannya kacau-balau. Itu terbukti dengan pelaksanaan pemilu yang amburadul, termasuk penghitungan suara dengan tingkat kesalahan sangat tinggi. Kami juga menemukan banyak kejanggalan yang terjadi, salah satunya pihak PPS tidak membuat surat berita acara,tetapi dibuat di PPK. Karena itu, kami mendesak agar dilakukan penghitungan ulang di KPUD,” ujar Ade kepada Seputar Indonesiakemarin. Yang paling menggelikan,lanjut dia, saksi hanya menandatangani berkas kosong, sehingga penghitungan suaranya bisa dilakukan belakangan dan saksi tidak bisa mengetahui berapa suara yang masuk. ”Dengan berbagai kasus ini, jelas KPU...

Unpad-RSHS Teliti Penyakit Gila Massal

Psikiatri dari Fakultas Kedokteran Univeritas Padjadjaran (Unpad) bekerja sama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RHS) Bandung mendata warga yang diduga menderita penyakit gila (schizophernia) di Desa Kersamah, Kecamatan Kersamanah, kemarin. Pendataan terkait jumlah penderita penyakit kejiwaaan yang mencapai puluhan orang di kawasan tersebut.Tim dokter ahli kejiwaan yang dipimpin dr Istiqomah Spkg, dan beranggotakan dr Lucky Saputra Spkg, dr Rachmat Purwanto Spkg, dr Arman, dan dr Marsudi setiba di sana langsung berkoordinasi dengan aparat kecamatan,sekaligus mendata 49 warga penderita penyakit kejiwaan. Ironisnya, sebagian besar dialami kaum perempuan. ”Tugas utama tim adalah tindakan rehabilitasi terhadap 49 orang dan melakukan penyuluhan yang berkaitan dengan kesehatan jiwa warga Desa Kersamah,Kecamatan Kersamanah yang dianggap menderita gila,” kata Istiqomah. Selain itu,tim rehabilitasi gabungan tersebut pada hari Rabu (29/4) mendatang, akan melakukan serangkaian kajian psikologi ...