Skip to main content

Sampel Makanan PMT Diuji Lab

TASIKMALAYA (SI) – Puskesmas Rajapolah,Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, kemarin masih belum dapat menentukan penyebab korban keracunan yang diduga disebabkan dari program makanan tambahan (PMT) yang diberikan kepada siswa TK Al Ikhlas Kampung Ciburial, Desa Manggungjaya.

Penelitian dilakukan di Bandung karena peralatan medis yang dimiliki Puskesmas Rajapolah tidak memadai. Berdasarkan catatan Puskesmas Rajapolah, total korban keracunan keseluruhan mencapai 37 orang di antaranya 4 bayi,26 murid TK, dan sisanya anggota keluarga siswa TK yang mengonsumsi makanan dari PMT tersebut. PMT yang diberikan TK tersebut berisi nasi, ayam goreng ayam,bawang goreng, lalapan,serta sambal.Tetapi,pihak puskesmas belum bisa menentukan makanan mana yang menyebabkan keracunan tersebut.

”Seluruh korban keracunan sudah dipulangkan.Mereka hanya dirawat beberapa hari.Bahkan ada juga yang malam hari terlihat kondisinya sudah membaik diizinkan pulang ke rumah.Secara keseluruhan semuanya sudah pulih dan tidak ada satu pun yang dirujuk ke RSUD,” papar dokter Puskesmas Rajapolah Ani Nuraeni kepada Seputar Indonesia kemarin. Ani menyebutkan, penelitian terhadap sampel makanan dan muntahan dari seluruh korban keracunan telah dikirimkan ke Bandung untuk diteliti dan hasilnya baru bisa diketahui sekitar dua pekan mendatang.

” Untuk penyebabnya saya sendiri tidak bisa menduga-duga.Nanti saja untuk lebih jelasnya tunggu hasil penelitian.Yang jelas kami di sini lega setelah semua korban tertangani dengan baik,”katanya. Seperti diberitakan, pada Jumat (3/4) lalu sekitar pukul 10.00 WIB,TK Al Ikhlas Kampung Ciburial, Desa Manggungjaya,Kecamatan Rajapolah,Kabupaten Tasikmalaya, memberikan PMT kepada seluruh siswanya. Tetapi, makanan tersebut tidak langsung dimakan di sekolah.

Senada dengan Ani, Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya AKP Harso Pudjo Hartono menyebutkan bahwa kasus tersebut masih diselidiki dan pihaknya telah memintai keterangan dari para pengurus sekolah tersebut.

Sumber : Seputar Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Lagi,Kejari Didesak Eksekusi 2 Terpidana

Empat elemen mahasiswa dan LSM dari Tasikmalaya Corruption Watch (TCW),Oi Tasikmalaya,Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan BEM STIA kembali mendatangi Kejari Tasikmalaya kemarin. Mereka mendesak agar pelaksanaan eksekusi dua terpidana korupsi suap BPR Kabupaten Tasikmalaya segera dilaksanakan tanpa terpengaruh dari persoalan apa pun. Tetapi, aspirasi mereka tidak tersalurkan karena Kejari Tasikmalaya menyatakan tidak siap untuk melakukan dialog bersama dengan para mahasiswa dan LSM yang telah menunggu sejak pukul 09.00–11.00 WIB tersebut. Kasi Pidsus Mustofa yang direkomendasikan Kajari Tasikmalaya Khairul untuk menerima mahasiswa dan LSM malah sama sekali tidak mempersilakan para aktivis untuk sekadar duduk. Dalam perbincangan sejenak antara para aktivis dan mahasiswa di lobi Ruang Kajari Tasikmalaya, Mustofa menyebutkan bahwa saat ini Kejari Tasikmalaya sedang melakukan konsultasi untuk memutuskan apakah eksekusi menunggu putusan peninjauan kembali (PK). Ketua Bagian Divisi Kebija...

PDIP Minta Ulang Penghitungan Suara

Ketua DPC PDIP Kabupaten Tasikmalaya Ade Sugianto meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tasikmalaya melakukan penghitungan ulang hasil perolehan suara pemilu pada 9 April lalu. Pasalnya, banyak ditemukan kejanggalan dan kesalahan dalam penghitungan suara yang dilakukan, baik di tingkat desa ataupun kecamatan. ”Ini pemilu yang penuh dengan rekayasa agar pelaksanaannya kacau-balau. Itu terbukti dengan pelaksanaan pemilu yang amburadul, termasuk penghitungan suara dengan tingkat kesalahan sangat tinggi. Kami juga menemukan banyak kejanggalan yang terjadi, salah satunya pihak PPS tidak membuat surat berita acara,tetapi dibuat di PPK. Karena itu, kami mendesak agar dilakukan penghitungan ulang di KPUD,” ujar Ade kepada Seputar Indonesiakemarin. Yang paling menggelikan,lanjut dia, saksi hanya menandatangani berkas kosong, sehingga penghitungan suaranya bisa dilakukan belakangan dan saksi tidak bisa mengetahui berapa suara yang masuk. ”Dengan berbagai kasus ini, jelas KPU...

Unpad-RSHS Teliti Penyakit Gila Massal

Psikiatri dari Fakultas Kedokteran Univeritas Padjadjaran (Unpad) bekerja sama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RHS) Bandung mendata warga yang diduga menderita penyakit gila (schizophernia) di Desa Kersamah, Kecamatan Kersamanah, kemarin. Pendataan terkait jumlah penderita penyakit kejiwaaan yang mencapai puluhan orang di kawasan tersebut.Tim dokter ahli kejiwaan yang dipimpin dr Istiqomah Spkg, dan beranggotakan dr Lucky Saputra Spkg, dr Rachmat Purwanto Spkg, dr Arman, dan dr Marsudi setiba di sana langsung berkoordinasi dengan aparat kecamatan,sekaligus mendata 49 warga penderita penyakit kejiwaan. Ironisnya, sebagian besar dialami kaum perempuan. ”Tugas utama tim adalah tindakan rehabilitasi terhadap 49 orang dan melakukan penyuluhan yang berkaitan dengan kesehatan jiwa warga Desa Kersamah,Kecamatan Kersamanah yang dianggap menderita gila,” kata Istiqomah. Selain itu,tim rehabilitasi gabungan tersebut pada hari Rabu (29/4) mendatang, akan melakukan serangkaian kajian psikologi ...