Skip to main content

143 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung

BANJAR (SI) – Ratusan rumah di dua kecamatan di Kota Banjar diterjang puting beliung pada Senin (23/3) sore.Sedikitnya tercatat 143 rumah rusak, masing-masing sebanyak 88 rumah di Kecamatan Langensari dan 55 rumah di Kecamatan Pataruman,Kota Banjar.


Angin puting beliung yang disertai hujan tersebut juga mengakibatkan ratusan pohon besar bertumbangan. Beberapa pohon tumbang menimpa rumah penduduk dan memutuskan arus listrik. Bahkan, sebuah tiang listrik 14B di Dusun Sirnagalih RT 05/07, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman,roboh menimpa rumah milik Lasipan,40. Hingga kemarin, aliran listrik untuk wilayah Desa Mulyasari masih padam. Sejumlah petugas PLN UPJ Kota Banjar terlihat melakukan perbaikan instalasi listrik dan perbaikan rumah yang hancur akibat tertimpa tiang listrik.

Dari 143 rumah yang rusak, lima rumah di antaranya hancur total. Kelima rumah tersebut yakni milik Samsu, 42; Oon,39; dan Rohman,38,di Dusun Sirnagalih RT 04/07,Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman. Dua rumah lain yang hancur total adalah milik Iroh,70; dan Japon,58, warga Desa Rejasari,Kecamatan Langensari,Kota Banjar. Sementara itu, Kepala UPJ PLN Kota Banjar Hasan Romdani di lokasi bencana mengatakan, puting beliung tersebut menyebabkan aliran listrik ke Desa Mulyasari hingga kemarin masih padam.

”Segala perbaikan menjadi tanggung jawab PLN. Kami telah menyalurkan bantuan untuk perbaikan rumah berupa genting, kayu, balok, semen, pasir, eternit, dan cat,” tandas Hasan.

Sumber : Seputar Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Lagi,Kejari Didesak Eksekusi 2 Terpidana

Empat elemen mahasiswa dan LSM dari Tasikmalaya Corruption Watch (TCW),Oi Tasikmalaya,Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan BEM STIA kembali mendatangi Kejari Tasikmalaya kemarin. Mereka mendesak agar pelaksanaan eksekusi dua terpidana korupsi suap BPR Kabupaten Tasikmalaya segera dilaksanakan tanpa terpengaruh dari persoalan apa pun. Tetapi, aspirasi mereka tidak tersalurkan karena Kejari Tasikmalaya menyatakan tidak siap untuk melakukan dialog bersama dengan para mahasiswa dan LSM yang telah menunggu sejak pukul 09.00–11.00 WIB tersebut. Kasi Pidsus Mustofa yang direkomendasikan Kajari Tasikmalaya Khairul untuk menerima mahasiswa dan LSM malah sama sekali tidak mempersilakan para aktivis untuk sekadar duduk. Dalam perbincangan sejenak antara para aktivis dan mahasiswa di lobi Ruang Kajari Tasikmalaya, Mustofa menyebutkan bahwa saat ini Kejari Tasikmalaya sedang melakukan konsultasi untuk memutuskan apakah eksekusi menunggu putusan peninjauan kembali (PK). Ketua Bagian Divisi Kebija...

PDIP Minta Ulang Penghitungan Suara

Ketua DPC PDIP Kabupaten Tasikmalaya Ade Sugianto meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tasikmalaya melakukan penghitungan ulang hasil perolehan suara pemilu pada 9 April lalu. Pasalnya, banyak ditemukan kejanggalan dan kesalahan dalam penghitungan suara yang dilakukan, baik di tingkat desa ataupun kecamatan. ”Ini pemilu yang penuh dengan rekayasa agar pelaksanaannya kacau-balau. Itu terbukti dengan pelaksanaan pemilu yang amburadul, termasuk penghitungan suara dengan tingkat kesalahan sangat tinggi. Kami juga menemukan banyak kejanggalan yang terjadi, salah satunya pihak PPS tidak membuat surat berita acara,tetapi dibuat di PPK. Karena itu, kami mendesak agar dilakukan penghitungan ulang di KPUD,” ujar Ade kepada Seputar Indonesiakemarin. Yang paling menggelikan,lanjut dia, saksi hanya menandatangani berkas kosong, sehingga penghitungan suaranya bisa dilakukan belakangan dan saksi tidak bisa mengetahui berapa suara yang masuk. ”Dengan berbagai kasus ini, jelas KPU...

Unpad-RSHS Teliti Penyakit Gila Massal

Psikiatri dari Fakultas Kedokteran Univeritas Padjadjaran (Unpad) bekerja sama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RHS) Bandung mendata warga yang diduga menderita penyakit gila (schizophernia) di Desa Kersamah, Kecamatan Kersamanah, kemarin. Pendataan terkait jumlah penderita penyakit kejiwaaan yang mencapai puluhan orang di kawasan tersebut.Tim dokter ahli kejiwaan yang dipimpin dr Istiqomah Spkg, dan beranggotakan dr Lucky Saputra Spkg, dr Rachmat Purwanto Spkg, dr Arman, dan dr Marsudi setiba di sana langsung berkoordinasi dengan aparat kecamatan,sekaligus mendata 49 warga penderita penyakit kejiwaan. Ironisnya, sebagian besar dialami kaum perempuan. ”Tugas utama tim adalah tindakan rehabilitasi terhadap 49 orang dan melakukan penyuluhan yang berkaitan dengan kesehatan jiwa warga Desa Kersamah,Kecamatan Kersamanah yang dianggap menderita gila,” kata Istiqomah. Selain itu,tim rehabilitasi gabungan tersebut pada hari Rabu (29/4) mendatang, akan melakukan serangkaian kajian psikologi ...